/

/

Indonesia Terbitkan Panda Bond Perdana Senilai CNY7 Miliar

Tayang

27 Aug 2026

Share Article

Daftar Isi

Share Article

Table of Content

Panda Bond menjadi bagian baru dari strategi pembiayaan Indonesia setelah pemerintah untuk pertama kalinya menerbitkan Surat Utang Negara (SUN) berdenominasi yuan di pasar obligasi domestik China.

Pada 23 Juli 2026, Pemerintah Indonesia melalui Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan menerbitkan Panda Bond dengan total nilai CNY7 miliar atau sekitar Rp18,58 triliun.

Penerbitan ini membuka alternatif sumber pembiayaan baru sekaligus memperluas akses Indonesia terhadap investor di pasar keuangan China.

Apa Itu Panda Bond?

Panda Bond adalah obligasi berdenominasi renminbi atau yuan yang diterbitkan oleh pihak dari luar China dan ditawarkan di pasar obligasi domestik China.

Penerbitnya dapat berupa pemerintah asing, lembaga multilateral, maupun perusahaan asing yang memenuhi ketentuan pasar setempat.

Secara sederhana, skema Panda Bond Indonesia berjalan melalui beberapa tahap:

  1. Pemerintah Indonesia menerbitkan surat utang dalam mata uang yuan.
  2. Obligasi ditawarkan melalui pasar obligasi domestik China.
  3. Investor membeli obligasi yang diterbitkan Pemerintah Indonesia.
  4. Dana hasil penerbitan digunakan untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan.

Untuk penerbitan perdana ini, dana Panda Bond digunakan untuk mendukung kebutuhan pembiayaan APBN Tahun Anggaran 2026.

Indonesia Menerbitkan Panda Bond Senilai CNY7 Miliar

Penerbitan perdana Panda Bond Indonesia memiliki total nilai CNY7 miliar dan terdiri dari tenor tiga tahun serta lima tahun.

Penerbitan tersebut menghasilkan yield sekitar 1,90% untuk tenor tiga tahun dan 2,19% untuk tenor lima tahun.

Hasil tersebut menunjukkan bahwa pasar obligasi China dapat menjadi salah satu alternatif sumber pembiayaan Indonesia selain pasar dan mata uang yang sebelumnya lebih umum digunakan.

Mengapa Indonesia Menerbitkan Panda Bond?

Salah satu pertimbangan utama penerbitan Panda Bond adalah diversifikasi sumber pembiayaan.

Dengan memasuki pasar obligasi domestik China, pemerintah dapat memperluas basis investor sekaligus memperoleh pilihan tambahan dalam mengelola kebutuhan pendanaan.

Beberapa manfaat diversifikasi pembiayaan antara lain:

  • memperluas basis investor;
  • membuka akses terhadap sumber likuiditas baru;
  • mengurangi konsentrasi pada satu pasar pembiayaan;
  • memberikan pilihan mata uang dan tenor yang lebih beragam; serta
  • menambah fleksibilitas dalam mengelola kebutuhan pendanaan.

Meski demikian, penerbitan utang dalam mata uang asing tetap perlu mempertimbangkan risiko nilai tukar, kondisi pasar, struktur jatuh tempo, dan kemampuan pembayaran.

Panda Bond Indonesia Memperoleh Rating AAA Stable

Panda Bond Indonesia memperoleh peringkat AAA dengan outlook Stable dari China Lianhe Credit Rating.

Penilaian tersebut antara lain didukung oleh pertumbuhan ekonomi Indonesia, fundamental ekonomi, rasio utang pemerintah terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), tingkat utang luar negeri, serta kondisi cadangan devisa.

Namun, rating tersebut perlu dibaca sesuai konteksnya. Rating AAA diberikan oleh China Lianhe Credit Rating terhadap penerbitan di pasar China dan tidak berarti seluruh sovereign credit rating Indonesia dari lembaga pemeringkat internasional lainnya berubah menjadi AAA.

Apa Arti Yield Panda Bond Indonesia?

Panda Bond Indonesia memiliki yield sekitar 1,90% untuk tenor tiga tahun dan 2,19% untuk tenor lima tahun.

Yield pada obligasi secara sederhana menggambarkan tingkat imbal hasil berdasarkan harga dan karakteristik instrumen tersebut.

Namun, angka tersebut tidak dapat dibandingkan secara langsung dengan obligasi rupiah atau obligasi dalam mata uang lain. Mata uang, tingkat suku bunga, tenor, risiko nilai tukar, likuiditas, dan kondisi pasar juga perlu diperhitungkan.

Baca Juga Transfer Pricing Bisnis Internasional dalam Ekspansi Perusahaan

Pelajari bagaimana pinjaman, pembayaran bunga, jasa, royalti, dan transaksi antarperusahaan lintas negara dapat berkaitan dengan transfer pricing dan kewajiban perpajakan.

Apa Makna Panda Bond bagi Dunia Bisnis?

Meskipun penerbitan Panda Bond kali ini dilakukan oleh pemerintah, perkembangannya menunjukkan semakin luasnya hubungan Indonesia dengan pasar keuangan internasional.

Prinsip diversifikasi sumber pendanaan juga relevan bagi perusahaan. Ketika bisnis mulai berkembang atau melakukan transaksi lintas negara, keputusan pembiayaan dapat melibatkan beberapa aspek sekaligus, seperti:

  • mata uang yang digunakan;
  • biaya pendanaan;
  • risiko perubahan nilai tukar;
  • arus kas dan kemampuan pembayaran;
  • pinjaman dengan pihak luar negeri atau perusahaan afiliasi; serta
  • konsekuensi perpajakan dari transaksi tersebut.

Karena itu, memilih sumber pendanaan sebaiknya tidak hanya berdasarkan tingkat bunga yang terlihat lebih rendah. Struktur transaksi dan risiko yang menyertainya juga perlu dilihat secara menyeluruh.

Pembiayaan dan Perpajakan Perlu Dipertimbangkan Bersama

Ketika perusahaan memperoleh pinjaman, membayar bunga kepada pihak luar negeri, atau melakukan transaksi pembiayaan dengan perusahaan afiliasi, aspek perpajakan juga dapat muncul.

Transaksi tersebut dapat berkaitan dengan pemotongan pajak, kewajaran tingkat bunga, dokumentasi transaksi afiliasi, hingga ketentuan transfer pricing.

Penerbitan Panda Bond menjadi contoh bahwa keputusan pembiayaan bukan hanya mengenai memperoleh dana, tetapi juga bagaimana sumber, mata uang, biaya, tenor, dan risikonya dikelola secara tepat.

Hal yang sama berlaku bagi perusahaan. Strategi pembiayaan sebaiknya tetap mendukung kebutuhan bisnis sekaligus mempertimbangkan konsekuensi keuangan dan perpajakannya.

Jika Anda membutuhkan pendampingan dalam pengurusan pajak, kepatuhan perpajakan, atau kebutuhan pajak perusahaan lainnya, Konsultan Pajak WiN Partners dapat membantu Anda memahami dan menangani kebutuhan perpajakan secara lebih terarah. Anda juga dapat melihat layanan yang tersedia melalui Services WiN Partners.

Mau eksplor insight lain seputar perpajakan dan bisnis? Kunjungi Instagram WiN Partners atau laman blog WiN Partners dan nantikan update lainnya.

FAQ Seputar Panda Bond

Panda Bond adalah obligasi berdenominasi renminbi atau yuan yang diterbitkan oleh pemerintah, perusahaan, atau lembaga dari luar China dan ditawarkan melalui pasar obligasi domestik China.

Pemerintah Indonesia menerbitkan Panda Bond perdana dengan total nilai CNY7 miliar atau sekitar Rp18,58 triliun pada Juli 2026.

Dana hasil penerbitan Panda Bond digunakan untuk mendukung kebutuhan pembiayaan APBN Tahun Anggaran 2026.

Salah satu pertimbangannya adalah diversifikasi sumber pembiayaan. Pasar obligasi China memberikan alternatif sumber pendanaan sekaligus membuka akses kepada basis investor yang lebih luas.

Rating AAA dengan outlook Stable diberikan oleh China Lianhe Credit Rating terhadap penerbitan Panda Bond Indonesia di pasar China. Rating tersebut tidak berarti seluruh sovereign credit rating Indonesia dari lembaga pemeringkat lainnya berubah menjadi AAA.

Related Article

10 Sep 2026

Debt to equity ratio pajak mengatur batas perbandingan utang dan modal untuk penghitungan PPh Badan. Simak ketentuan DER 4:1, dampak, serta pengecualiannya...

3 Sep 2026

PP 20 Tahun 2026 membawa perubahan penting pada skema PPh Final 0,5% bagi badan usaha. Simak dampaknya terhadap PT, CV, firma, serta hal yang perlu dipersiapkan perusahaan dalam pengelolaan pajak dan pembukuan...

26 Aug 2026

Transfer pricing bisnis internasional menjadi penting ketika perusahaan mulai memiliki transaksi dengan perusahaan afiliasi di negara lain. Pahami transaksi, dokumentasi, dan risiko pajaknya...