Strategi bisnis dan perpajakan perlu dipertimbangkan secara bersamaan ketika perusahaan mulai merencanakan ekspansi ke luar negeri. Membuka pasar baru atau membentuk perusahaan di negara lain dapat memberikan peluang pertumbuhan, tetapi keputusan tersebut tidak sebaiknya hanya didasarkan pada satu faktor seperti tarif pajak.
Perusahaan juga perlu mempertimbangkan struktur kepemilikan, kegiatan operasional, akses terhadap investor, regulasi, tata kelola, hingga biaya yang muncul ketika bisnis mulai beroperasi melalui lebih dari satu yurisdiksi.
Struktur perusahaan perlu mendukung tujuan bisnis dan memiliki fungsi yang jelas bagi setiap entitas dalam grup.
Apakah Holding Company dan Operasional Harus Berada di Negara yang Sama?
Tidak selalu. Dalam struktur bisnis internasional, holding company dapat berada di satu negara sementara kegiatan operasional tetap berjalan di Indonesia.
Perusahaan tetap dapat memiliki karyawan, pelanggan, aktivitas pemasaran, pengembangan produk, dan penjualan di Indonesia meskipun perusahaan induknya berada di yurisdiksi lain.
Karena itu, hal yang perlu diperhatikan bukan hanya lokasi perusahaan, tetapi fungsi masing-masing entitas dalam keseluruhan struktur grup.
Mengapa Singapura Sering Menjadi Pertimbangan?
Singapura merupakan salah satu pusat bisnis dan keuangan di Asia Tenggara. Bagi perusahaan yang ingin berkembang secara regional, negara ini dapat menjadi salah satu pilihan karena akses terhadap investor, lingkungan bisnis, regulasi, dan sistem perpajakannya.
Tarif Pajak Korporasi yang Kompetitif
Tarif umum Pajak Penghasilan Badan di Indonesia sebesar 22%, sedangkan tarif dasar Corporate Income Tax di Singapura sebesar 17%.
Perbedaan tersebut dapat menjadi salah satu pertimbangan dalam menyusun struktur bisnis. Namun, angka 17% dan 22% tidak dapat berdiri sendiri sebagai dasar keputusan ekspansi.
Biaya legal, administrasi, operasional, dan kepatuhan juga perlu dihitung sebelum menentukan struktur perusahaan.
Akses terhadap Investor dan Ekosistem Bisnis
Ketika perusahaan mulai mencari pendanaan internasional, investor dapat mempertimbangkan bagaimana struktur kepemilikan dan tata kelola perusahaan disusun.
Singapura juga memiliki ekosistem bisnis yang terhubung dengan investor, institusi finansial, perusahaan teknologi, dan penyedia jasa profesional. Kondisi tersebut dapat menjadi nilai tambah bagi bisnis yang mempunyai rencana pertumbuhan regional.
Mengapa Strategi Bisnis dan Perpajakan Perlu Dilihat Bersama?
Keputusan mengenai struktur perusahaan dapat menimbulkan konsekuensi yang berbeda dari sisi bisnis maupun pajak. Struktur yang terlihat menarik karena memiliki tarif pajak lebih rendah belum tentu menjadi pilihan paling efisien apabila biaya untuk menjalankannya lebih besar.
Memiliki perusahaan di lebih dari satu negara juga dapat menambah kebutuhan terhadap administrasi perusahaan, akuntansi, audit, legal, corporate secretary, dan kepatuhan pajak.
Karena itu, strategi bisnis dan perpajakan sebaiknya dirancang berdasarkan kegiatan perusahaan yang sebenarnya dan tujuan komersial yang ingin dicapai.
Ekspansi Tidak Berarti Seluruh Bisnis Harus Pindah
Dalam praktiknya, sebuah grup dapat memiliki beberapa perusahaan dengan fungsi yang berbeda.
Sebagai contoh, struktur perusahaan dapat terdiri dari:
- holding company yang mengelola kepemilikan grup;
- perusahaan operasional di Indonesia;
- anak perusahaan di negara tujuan ekspansi;
- atau entitas yang menjalankan fungsi tertentu dalam grup.
Struktur seperti ini perlu disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan. Membentuk lebih banyak entitas tidak selalu membuat bisnis menjadi lebih efisien.
Apa yang Perlu Dipertimbangkan Sebelum Berekspansi?
Sebelum membentuk perusahaan atau holding company di luar negeri, beberapa hal berikut dapat menjadi bahan evaluasi:
- tujuan komersial dari ekspansi;
- pasar yang ingin dikembangkan;
- fungsi masing-masing entitas;
- rencana mendapatkan investor;
- kebutuhan legal dan tata kelola;
- biaya menjalankan struktur;
- serta konsekuensi perpajakannya.
Dengan memahami faktor tersebut sejak awal, perusahaan dapat menentukan struktur yang sesuai dengan kebutuhan bisnis tanpa membuat pengelolaan perusahaan menjadi lebih kompleks dari yang diperlukan.
Strategi bisnis dan perpajakan, legal, tata kelola, serta operasional perlu dipertimbangkan sebagai satu kesatuan sebelum perusahaan berekspansi lebih jauh.
Jika perusahaan Anda mulai mempertimbangkan restrukturisasi atau ekspansi lintas negara, Anda juga dapat mempelajari layanan perpajakan WiN Partners untuk memahami area perpajakan yang perlu diperhatikan.
Mau eksplor insight lain seputar perpajakan? Kunjungi Instagram WiN Partners atau laman blog WiN Partners dan nantikan update lainnya.
FAQ Seputar Strategi Bisnis dan Perpajakan
Apa yang perlu dipertimbangkan sebelum bisnis berekspansi ke luar negeri?
Perusahaan perlu mempertimbangkan tujuan ekspansi, pasar yang dituju, struktur perusahaan, kebutuhan investor, regulasi, biaya operasional, serta konsekuensi perpajakannya.
Apakah holding company di luar negeri membuat operasional harus ikut pindah?
Tidak selalu. Holding company dapat berada di satu negara sementara kegiatan operasional, karyawan, pelanggan, dan penjualan tetap berjalan di Indonesia.
Apakah tarif pajak yang lebih rendah selalu membuat struktur bisnis lebih efisien?
Tidak. Tarif pajak hanya salah satu pertimbangan. Perusahaan juga perlu menghitung biaya legal, administrasi, operasional, akuntansi, serta kepatuhan di masing-masing negara.
Mengapa strategi bisnis dan perpajakan perlu direncanakan bersama?
Karena keputusan mengenai lokasi, fungsi entitas, investasi, dan transaksi dapat menimbulkan konsekuensi bisnis sekaligus perpajakan. Struktur yang dipilih sebaiknya tetap mendukung kegiatan komersial perusahaan.



